Rokok dan kegiatan merokok adalah salah satu hal yang paling sering kita jumpai di masyarakat. Kegiatan ini juga tidak mengenal batas usia. Konsumennya (baca perokok) bisa berupa anak sekolah, mahasiswa, dosen, ibu rumah tangga, para supir, tukang becak, pegawai negeri, pegawai swasta, tukang sapu, sampai para gelandangan.
Merokok sepertinya juga merupakan kegiatan yang paling digemari selain hobi atau minat. Tak jarang seorang perokok dapat menghabiskan 1-3 bungkus dalam sehari demi memenuhi kebutuhan mereka, atau dalam kata lain kecanduan. Benar-benar suatu dilema karena di satu sisi banyak diantara para perokok yang sebenarnya sudah lama ingin mengakhiri kegiatan ini, namun di lain sisi mereka harus mengurungkan niat karena sudah terlanjur kecanduan.
Lantas apa yang membuat mereka kecanduan? Bukankah suatu hal yang
hebat jika selinting tembako mampu mengendalikan diri, emosi, bahkan
jiwa raga kita? Berbagai penelitian dan riset pernah mengungkap bahwa
yang menyebabkan seorang perokok menjadi kecanduan adalah racun nikotin
yang terkandung di dalam rokok.
Klise memang, namun lambat laun para perokok akan merasakan akibat dari
hobinya ini. Bisakah mereka berhenti total? Jawaban BISA!
Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang cara berhenti merokok, ada baiknya kita menganalisa satu persatu tentang rokok dan kegiatan merokok itu sendiri. Berikut poin-poin krusial tentang bahaya rokok:
Rokok Mengandung Racun
Rokok mengandung banyak racun. Setidaknya ada lebih dari 4000 zat, yang mana 200 macam zat diantaranya sangat berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.
- Tar adalah suatu zat (seperti arang) yang menempel pada paru-paru akibat menghisap rokok.
- Nikotin adalah zat adiktif (yang membuat perokok kecanduan) yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini dapat meningkatkan resiko kanker paru-paru.
- Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen (dengan demikian jumlah oksigen yang diperlukan tubuh kita jadi berkurang)
Efek Racun Rokok
Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):
- 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan.
- 4x menderita kanker esophagus.
- 2x kanker kandung kemih.
- 2x serangan jantung, dll.
Rokok juga meningkatkan resiko yang fatal bagi penderita pneumonia, gagal jantung, dan tekanan darah tinggi.
Batas Aman Merokok
Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.
Tidak ada batas aman bagi orang yang menghisap asap rokok. (Sumber: Bahaya Rokok)
Jika keterangan di atas dirasa belum jelas, mari kita sederhanakan penjelasan-penjelasan tersebut.
Poin Pertama
- Ketagihan nikotin dalam rokok sama tingkat ketagihannya dengan heroin atau kokain (kecanduan narkoba).
Mengapa bisa ketagihan?
Nikotin merupakan racun yang bertindak langsung ke otak,merusak pemikiran dan tubuh. Apabila kita merokok, hampir bisa dikataka bahwa mood kita sepenuhnya akan tergantung kepada nikotin. Akibatnya jika tidak menghisap rokok, kita menjadi lebih mudah marah, gelisah, bahkan menyebabkan stres.
Secara perlahan nikotin akan mengakibatkan perubahan pada sel-sel otak perokok yang menyebabkan kita merasa perlu merokok lebih banyak untuk menghapus segala masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita.
Poin Kedua
Rokok tidak hanya mengandung nikotin, tapi juga mengandung 4.000 bahan kimia beracun yang menyebabkan penyakit serius. Maka jangan heran jika rokok dapat membunuh perokok secara perlahan tapi pasti.
Kadar nikotin yang rendah tidak akan mengurangi resiko. Serendah apapun kadar nikotin dalam rokok tetap sama berbahayanya dengan dosis normal.
Poin Ketiga
Nikmat yang anda peroleh dari kegiatan merokok tidak sepadan dengan akibat dan dampak yang anda peroleh. Pertama, tanpa anda sadari, uang yang anda keluarkan untuk membeli sebungkus rokok jika dikalikan perhari, perbulan, pertahun, atau bahkan perdekade jumlahnya teramat sangat besar. Mungkin jika anda tabung sudah dapat membeli rumah, mobil, dan barang-barang lain yang anda inginkan selama ini.
Dampak negatif lainnya? Banyak sekali, antara lain merokok menyebabkan gigi kuning, kulit keriput (kering), mata merah dan nafas bau (keren ya?). Hal-hal lain yang merugikan lainnya adalah sekali kita mencoba merokok akan sangat sulit untuk berhenti akibat zat aditif yang disebabkan oleh nikotin tadi. Selain itu rokok meningkatkan resiko terjadinya kanker paru sebanyak 80, meningkatkan resiko serangan jantung sebanyak 50%, meningkatkan resiko impotensi, gangguan kesuburan, sampai membunuh janin. Belum lagi para perokok secara langsung juga membahayakan (kasarnya ikut membunuh) orang yang berada di sekitarnya dengan asap rokok yang dihembuskannya ke udara. (Sumber: Tausyiah275)
Solusi
Jalan satu-satunya untuk menghindari atau menyembuhkan penyakit dan hal-hal negatif tersebut adalah dengan BERHENTI MEROKOK. Bagaimana caranya? Banyak sekali langkah-langkah mudah yang dapat anda lakukan untuk berhenti merokok.
Langkah-langkah tersebut antara lain:
- Tentukan alasan mengapa anda ingin berhenti merokok.
- Coba tanya diri anda tentang seberapa penting peran rokok dalam kehidupan anda.
- Secara bertahap, kurangi jumlah rokok yang anda hisap.
- Berhenti merokok.
- Alihkan kegiatan merokok dengan mengkonsumsi permen (setelah berhasil, anda takkan butuh kedua hal ini).
- Setelah berhenti total, kemungkinan besar anda akan tergoda untuk merokok kembali. Perlu diingat, anda pernah sukses masa’ mau gagal lagi sih? (Sumber: Langkah-Langkah Untuk Berhenti Merokok oleh Lexius1980)
Usaha untuk berhenti rokok tentunya juga harus didasari oleh niat atau motivasi dari diri kita sendiri, bahwasannya kita memang ingin dan harus berhenti merokok. Karena pada dasarnya berhenti merokok bukan didasari hal “bisa atau tidak bisa”, namun lebih kepada “mau atau tidak mau”. Untuk itu, coba anda tanamkan rasa bangga ketika anda berhasil berhenti merokok (memang sudah seharusnya, karena anda melakukan hal yang benar).
Jujur, saya dulunya adalah seorang perokok berat (saya biasa menghisap 2-4 bungkus rokok perharinya). Namun syukur Alhamdulillah saya berhasil mengakhiri kegiatan bunuh diri ini. Setelah terlepas dari belenggu ini, saya merasakan kembali kebebasan yang selama ini saya rasa hilang dari diri saya.
Saya bagi sedikit rahasia: saya mengganti kegiatan merokok dengan mengkonsumsi permen mint. Sepertinya ganjil, bukan? Jawabannya salah. Bahkan bisa dibilang langkah ini adalah yang paling efektif (apalagi harga sekotak permen mint jauh lebih murah dibandingkan harga sebungkus rokok). Efek lainnya, saya sama sekali tidak kecanduan mengkonsumsi permen ini, bahkan setelah 2 bulan, saya sudah tidak butuh permen lagi.
Sekarang semua keputusan berada di tangan anda. Jika anda sayang diri anda dan sayang keluarga anda, sebaiknya anda mulai berhenti merokok secepat mungkin sebelum terlambat. Rokok tidak akan menyelamatkan anda, malah akan membunuh anda secara pelan-pelan.
Sekian dulu tukar pikiran kita. Semoga pembahasan kita ini dapat dijadikan acuan yang bermanfaat untuk menciptakan perubahan positif yang bersifat signifikan dan realistik.
Salam.
Glad you liked it.I really appreciate that, thanks. read more
on Moon